Sebuah Catatan Untuk Muhammad Baharudin Jusuf (UCUP)

2009 adalah kali pertama saya mengenal sosok Muhammad Baharudin Jusuf (Ucup). Kami mahasiswa yang berasal dari beragam Fakultas di UI kebetulan menjadi satu kelompok pengajian yang secara rutin mengadakan pertemuan mingguan.

MBJusuf2010 kami menjadi penerima beasiswa PPSDMS (Rumah Kepemimpinan) hingga tahun 2012. Dalam masa-masa ini kami mengenal Ucup sebagai sosok Mr Clean yang seantiasa mengedepankan kebersihan. Sosok Ucup menjadi antithesis bagi mayoritas aktivis penghuni asrama yang umumnya kurang peduli tentang kebersihan. Disamping itu kemampuan leadership Ucup yang menonjol menjadikan beliau diamanahi sebagai ketua pada OKK UI 2012 dan organisasi lainya.

Pada masa tersebut saya teringat pernah berdsikusi panjang tentang pemikiran. Diskusi dua orang yang tidak direncanakan tersebut berlangsung lama dari ba’da Insya’ hingga pukul 2 dini hari. Entah apa yang dibicarakan saat itu. Namun, sedikit banyak pemikiran-pemikiran yang muncul menjadi pilihan sikap yang saya ambil dan pegang teguh hingga saat ini.

2013 sekembalinya dari Jepang saya bergabung dengan Ucup di kontrakan Qur’ani / Kontrakan Surga Duit bersama Iqbal Pirzada, Yasir Mukhtar, Faldo, dan Romi. Saya dan Ucup sama-sama senasib lulus molor dari kelulusan normal mahasiswa S1 selama 8 Semester, sementara kami baru lulus di semester ke 9.

Satu momen kami pernah nongkrong di emperan stasiun Jatinegara mulai ba’da Insya sampai subuh gara-gara keterlambatan jadwal kereta tepat malam sebelum wisuda. Saya dan ucup sama-sama menunggu kedatangan orang tua di stasiun. Orang tua ucup berangkat dari stasiun di Surabaya, orang tua saya berangkat dari stasiun Solo. Alhasil kereta-kereta yang menurut jadwal tiba di jatinegara tengah malam, baru tiba saat menjelang subuh.

Sholat Sunnah Qobliyah dan Badiyah adalah amalan yang dilakukan Ucup. Saya amati sebelum berangkat ke masjid saat masuk waktu sholat Ucup senantiasa menyempatkan sholat Sunnah di kontrakan begitu pula setelah pulang dari masjid.

Selama tinggal di Kontrakan Qurani ucup yang memberikan jalan Short Cut bagi saya untuk mempersiapkan test IELTS. Kala itu kami sama-sama memiliki rencana melanjutkan studi ke luar negeri. Ucup telah lebih dulu mempersiapkan test IELTS. Saya begitu terbantu oleh sharing pengalaman dan materi dari beliau. Hingga dari sharing tersebut saya bisa memenuhi persyaratan IELTS untuk aplikasi beasiswa untuk first attempt.

Alhamdulillah di tahun 2014 kami diberi kesempatan menjadi awardee LPDP dengan Batch PK yang sama, PK 12. Ucup diberi kesempatan melanjutkan study di University of Melbourne dan Saya ke Imperial College London.

Tahun 2016 setelah menuntaskan study master saya dan ucup kembali ke Indonesia. Kebetulan kami mengambil pilihan yang sama untuk memilih jalan rintisan profesi sebagai akademisi. Beliau bertugas di Fakultas Ilmu Komputer dan saya di Fakultas Teknik. Ucup memiliki visi dalam dunia pendidikan, hal tersebut yang mendoronya mengambil jalan profesi sebagai dosen.

Kami kebetulan berada di group WhatsApp (Group Koala) yang sama yang saling mengingatkan dalam donasi bulanan. Ucup menjadi sosok yang senantiasa memberikan donasi pertama kali. Karena hal tersebut saya menganggap setiap pesan donasi yang dikirim ucup pada group sebagai notifikasi masuknya Gaji yang dibayarkan oleh UI. Saat gaji masuk, di hari yang sama pasti ucup langsung memberikan donasinya. Hal tersebut senantiasa menjadi motivasi kami untuk tak lupa bersedekah setiap menerima rizki.

Akhir bulan Oktober 2017, tidak seperti biasanya. Ucup yang senantiasa memberikan notifikasi donasi untuk pertama kalinya sejak bulan tersebut tidak pernah muncul. Kala itu saya cek last seen WhatsAppnya pada pertengahan Oktober 2017. Di bulan November, kami mulai mempertanyakan kemana Ucup kok tidak seperti biasanya.

Hingga pertengahan November kami mendapati kabar beliau sedang mendapat ujian berupa Sakit.

Sejak saat itu saya merencanakan dengan rekan-rekan untuk hadir menjenguk beliau di Surabaya/Gersik.

Saya dan beberapa rekan berkesempatan untuk menjumpai beliau untuk terakhir kali pada Sabtu, 2 Desember 2017.

Pada saat keampuan fisiknya sudah tidak lagi sempurna. Yang kami kagumi menurut penuturan Ibu beliau. Ucup masih berupaya semaksimal mungkin mengerjakan Sholat setiap kali mendengar Adzan. Meskipun berat dan Sholat hanya dengan sekedar Isyarat. Bahkan saking ingat dengan Sholatnya, tak jarang ucup mengulang sholat yang sama beberapa kali.

Pada hari Jum’at, 8 Desember 2017. Allah telah menetapkan bahwa Muhammad Baharudin Jusuf harus kembali.

Terimakasih Ucup, InsyaAllah kebaikan akan selalu terkenang. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah.

 

Karena cara bersedekah itu banyak sekali. Dan Allah pasti ngasih jalan yang adil agar setiap hamba-Nya bisa bersedekah sepuas kita. [Status WhatsApp terakir Ucup per 13 July 2017]

 

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

 

Depok, 8 Desember 2017.

20 Robi’ul Awal 1439 Hijriah

 

Donasi terakhir Ucup di Group Koala, awal Oktober 2017.

Donasi Group Koala

 

MbJusuf PSDMS

Dari Rekan – UI angkatan 2009 –  Kelompok Pengajian Bang Ahmad – PPSDMS (Rumah Kepemimpinan) angkatan V – Kontrakan Qur’ani – awardee LPDP PK 12 – Group Koala